Kamis, 06 Oktober 2011

Tanah Eiffel untuk Ze (bagian 3)

i'm back!!!
aku pikir kalian bosen deh baca kata-kata yang intinya sama di awal tulisan! ya, kata 'i'm back' atau 'aku balik lagi!' atau etc. aku selalu nulis itu di awal tulisan, setelah judul. hahaha... tapi gak masalah, kan? (aku harap gak) ._.
well, sekarang aku lanjutin cerpen 'Tanah Eiffel untuk Ze' bagian 3. der, tau gak, ini dua episode terakhir lho! jadi cerpen 'Tanah Eiffel untuk Ze' bakal selesai di bagian 4. uwauwa..... pasti kalian lega dengernya! (sok tau ah!), hahaha... mungkin ini cerpen terpanjang kali ya? yaudahlah, daripada bertele-tele, langsung aja! ini dia.. cekidot :

.....“Apa? Ze kau bilang?” kata Zack terkejut. “Apa kau tidak salah? Itu sangat tidak mungkin!” lanjut Zack meragukan informasi dari Susan. “Iya, memang benar bahwa Ze masuk ke dalam kelas spesial dengan nilai terbaik.” Susan meyakinkan kembali. “Ah, aku masih tidak percaya!” tampak kekecewaan mewarnai wajah Zack. Sementara itu, di koridor sekolah tempat papan pengumuman berada terdapat daftar nama anak-anak yang masuk kelas spesial dan diantara kedua puluh nama itu di urutan pertama tertulis nama Ze. Ya, pasti itu yang menimbulkan raut kecewa Zack dan keheranan mahasiswa-mahasiswa Universitas de Paris, Sorbonne.“Ze? Bagaimana bisa?” kata itulah yang Ze dengar sepanjang minggu terakhir. Dan, keberuntungan bagi Ze, karena beberapa hari ia menjadi buah bibir maka mahasiswa-mahasiswa yang sering mengganggunya berhenti sementara, begitu juga dengan Zack dan geng-nya.
“Aku heran, mengapa Ze bisa mendapatkan nilai tertinggi dan masuk ke kelas spesial!” kata Zack di depan teman-temannya. “Apa kau iri dengannya?” tanya seorang temannya. “Kelvin, yang benar saja! Aku hanya curiga bahwa anak itu curang!” bantah Zack. “Curang? Maksudmu dia mencontek saat ujian?” tanya teman lainnya. “Yah, begitulah Chandler.” Zack membenarkan. “Hahaha….” Serentak teman-teman yang ada di depannya tertawa. “Apa yang salah?” tanya Zack. “Itu benar-benar tidak masuk akal, Zack! Aku yakin kau iri pada anak aborigin itu, kau hamya mencari-cari alasan!” kata Kelvin sedikit mengolok-olok Zack. “HEY!!!” bentak Zack tiba-tiba. Bentakkan Zack membuat tawa teman-temannya berhenti. “Zack, sudahlah, ini tidak penting, tak perlu dipikirkan sampai seserius itu!” kata Chandler. “Yah, terserah kalian mau bilang apa, tapi aku benar-benar penasaran bagaimana bisa anak itu mendapatkan tempat duduk di kelas spesial.” Zack menyatakan rasa penasarannya. “Hahaha… kau ini memang aneh, Zack! Mengapa tidak bilang saja bahwa kau sebenarnya iri dengan Ze?” kata Mortimer. “SUDAH AKU BILANG, TIDAK!!! terserah kalian mau ikut atau tidak denganku!” kata Zack dengan nada jengkel. “Ikut? Ikut apa?” tanya Pierre. “Aku ingin menyelidiki anak itu.” jawab Zack. “Hahaha… semakin lucu saja kelakuanmu itu!” tanggap Pierre tertawa. Zack hanya diam. “Baiklah, sudah kubilang terserah kalian ingin ikut atau tidak, aku bisa bertindak sendiri!” kata Zack sambil berjalan meninggalkan teman-temannya. “Tunggu, Zack! Aku ikut denganmu!” teriak seorang teman sebelum Zack melangkah jauh. “Vernon kau gila?!” kata seorang teman kepada Vernon. “Mungkin, sedikit. Tapi, mengapa tidak? Toh, akhir-akhir ini, kita juga kurang kerjaan karena Ze sudah tidak menjadi objek kita lagi.” jelas Vernon. “Yah, benar juga. Kalau begitu, aku juga ikut denganmu!” kata Kelvin. Teman-temannya yang lain terlihat sedang mempertimbangkan hal tersebut. Dan akhirnya, satu demi satu semua mahasiswa yang ada di situ setuju atas ide Zack.
Dan penyelidikan dimulai. Hari pertama mereka mengikuti Ze dari gerbang sekolah, tetapi ketika melewati gedung Fakultas Ekonomi, mereka kehilangan Ze. Hari kedua, mereka mencoba mengikuti Ze lagi, tetapi tidak menemukan apapun yang mencurigakan. Hari-hari berikutnya mereka terus mengikuti tetapi tetap tidak terbukti bahwa Ze berlaku curang. Zack dan teman-temannya masih tetap tidak yakin bahwa Ze benar-benar tidak berbuat curang pada saat test kelas spesial, jadi mereka tetap menyelidiki tingkah Ze setiap detik.
Ketika ujian semester, Zack dan teman-temannya mengambil tempat duduk tepat di belakang Ze. Selama ujian, mereka terus memperhatikan Ze. Dan sulit dipercaya bahwa Ze sebenarnya tidak berbuat curang. Mereka sangat frustasi, terutama Zack. Sungguh bukan Zack namanya jika prasangkanya tidak terbukti benar. Ya, dia benar-benar malu.
Malam itu Zack sedang merenung, dia menyadari bahwa Ze berhasil masuk kelas spesial atas usahanya sendiri, Zack merasa bersalah, selama ini ia pikir anak-anak timur itu tidak sepintar anak-anak barat. Bahkan Zack sendiri belum bisa lulus ujian masuk kelas spesial. Ia merasa bahwa selama ini ia telah begitu sombong dan selalu meremehkan Ze. Akhirnya ia pun sadar dan sangat menyesal ia ingin berteman dengan Ze. Tapi, bagaimana caranya Zack mengakui kesalahannya pada Ze? Pasti dia langsung menjadi bahan tertawaan jika ia terus terang mengaku salah pada Ze. Hati Zack bimbang pada malam itu.
Keesokan harinya, Zack terlihat tidak bersemangat. “Ada apa dengannmu, Zack?” tanya seorang temannya. “Aku hanya sedang tidak bersemangat hari ini.” jawab Zack jujur. “Bahkan untuk menyelidiki Ze sekalipun?” tanya temannya lagi. “Aku pikir begitu.” jawab Zack lesu. Akhirnya hari itu penyelidikan terhadap Ze dihentikan sementara. Ternyata tak hanya teman-teman terdekatnya saja yang merasa ada hal yang aneh pada diri Zack, sebagian besar teman-temannya juga berpikir seperti itu, Susan salah satunya.
“Hey, Zack!” sapa Susan ketika melihat Zack sendiri. “Oh, kau rupanya. Ada apa?” tanya Zack tidak bersemangat. “Tidak, aku hanya ingin bertanya, ada apa denganmu hari ini? Kau terlihat tak bersemangat seperti biasanya!” kata Susan. “Memang.” jawab Zack singkat. Susan hanya merengut sebal. “Orang aneh!” tanggap Susan dan meninggalkan Zack. “Susan, tunggu!” kata Zack sedikit berteriak. “Ada apa?” tanya Susan dengan nada sebal. “Kau... gadis yang berani!” kata Zack. “Apa maksudmu?” tanya Susan tidak mengerti perkataan Zack. “Ya, kau juga baik. Kau satu-satunya orang yang berani berteman dengan Ze, tidak takut menjadi bahan ejekkan juga seperti dia.” kata-kata Zack sedikit rumit. Susan sedikit mengerti apa maksud Zack. “Apa ini artinya kau juga ingin berteman dengan Ze? Apa artinya kau akan menghentikan “penghinaan” pada Ze?” tanya Susan memastikan dugaannya. “Aku rasa... kau benar.” jawab Zack. “Tuhan, apa aku bermimpi? Zack, cubit aku!” kata Susan pada Zack. “Bodoh, kau tidak bermimpi!” kata Zack. Keduanya tertawa. “Jadi, ini yang membuatmu murung? Kau tidak tahu bagaimana kau ingin meminta maaf pada Ze?” tanya Susan. “Yeah, maka dari itu, beritahu aku!” perintah Zack. “Apa kau merasa gengsi untuk melakukannya?” tanya Susan. “Yeah, kau benar.” jawab Zack. “Astaga, mengapa kau  harus merasa seperti itu? Meminta maaf adalah perbuatan laki-laki sejati!” kata Susan. “Kau mudah bicara seperti itu!” kata Zack.

~apakah Zack akan meminta maad kepada Ze? apakah harapan Susan bisa tercapai? tapi, bagaimana jika Ze tidak memaafkan Zack?~ tunggu kisah selanjutnya hanya di MMB (manikmanikbeads) 
wkwkwk... lebay ya! ^O^

Sabtu, 01 Oktober 2011

Tanah Eiffel untuk Ze (bagian 2)

hey, der...
aku balik lagi nih! maaf ya, bagi kalian yang nunggu lanjutan cerpen Tanah Eiffel untuk Ze...
habis, kemarin itu aku sibuk total! ya ulangan lah, tugas lah, lomba lah, pokoknya banyak deh! malah pulang sore terus! so aku jadinya vacum dulu deh... (gayane..) :P
langsung aja deh, ini dia lanjutan cerpennya....


.....“Tunggu, apa yang aku lakukan sekarang? Hanya diam dan memikirkan kekesalan-kekesalanku? Itu tak berguna! Benar-benar tidak berguna! Ze, kau ini begitu lucu! Bukan ini yang harus ku lakukan!”. Ia menyadari kelakuannya dan tertawa kecil. “Jika mereka melecehkanku karena kulitku berwarna gelap, itu memang mungkin dan jika aku mencoba mengubah kulitku menjadi putih….” pemikikrannya berhenti sejenak, “Ah…tidak mungkin! Mana mungkin aku mengikuti cara Michael Jackson seperti itu! Itu terlalu konyol!”pikirnya sambil tertawa. “Bukankah seharusnya malam ini aku belajar untuk membuktikan pada mereka bahwa aku bisa?!” dan malam itu Ze pun serius belajar.
“Test untuk masuk kelas spesial akan diadakan tiga hari lagi, diharap para murid untuk lebih giat belajar sebagai persiapan test”  terdengar suara Mr.Algernon dari speaker kelas. “Baiklah anak-anak, hari ini kelas selesai, Kalian boleh berkemas-kemas.” kata Mrs.Liana mengakhiri pelajaran. Saat Ze akan pulang, tiba-tiba di depan kelas, ia dihadang oleh Zack dan teman-temannya yang bersiap-siap melemparinya dengan telur. Tiba-tiba ada seseorang berdiri di depannya berteriak, “Tidak, jangan lakukan itu!” kata seorang gadis dengan rambut pirang. Baru pertama kali ada seseorang yang berpihak kepada Ze dan membelanya seperti itu. “Susan sedang apa kau? Minggirlah!!!” kata Zack menyuruh gadis yang ternyata bernama Susan itu minggir. “Tidak, Zack, kumohon! Pergilah biar aku yang mengurusnya!” Zack pun akhirnya pergi. “Hebat sekali dia, bisa menyingkirkan Zack dengan mudahnya. Sepertinya Zack juga tak melawan gadis ini, siapa dia?” batin Ze penasaran.
Beberapa hari setelah kejadian tadi datang dengan cepat. Dan hari itu akan diadakan test masuk kelas spesial, Ze pun mengikutinya dia telah belajar keras sejak tiga hari yang lalu. “Bagi murid-murid yang akan mengikuti test masuk kelas spesial diharap segera ke ruang test!” terdengar perintah Mr.Algernon dari speaker koridor. Ze segera masuk ke ruang test, ternyata suda ada banyak orang di sana. Ze mengambil tempat duduk di sebelah Susan, gadis yang menolongnya tempo hari. Memang agak canggung rasanya duduk di sebelah seseorang yang belum kenal dekat seperti Susan bagi Ze, namun, apa boleh buat, hanya di sanalah tempat duduk yang tersisa. Tak lama, bel berdering tanda test sudah dimulai. Semua peserta test juga sudah memulai mengeerjakan soal-soal yang mereka terima. Kelas begitu tenang dan damai. Hanya goresan pena yang terdengar dari ujung kelas ke ujung kelas.
Dua jam berlalu sangat cepat. Bel juga sudah berbunyi kembali untuk yang kedua kalinya, pertanda waktu mengerjakan soal test telah usai. Ketenangan dalam kelas pun juga telah usai. Ada yang senang dan melantunkan kata, “Hore..!!!” karena waktu dua jam yang menurut mereka membosankan telah berakhir. Ada yang mengeluh, karena mereka belum selesai mengerjakan soal-soal yang mereka hadapi. Dan ada yang hanya diam saja, tak berbicara sama sekali, termasuk Ze. “Kau terlihat begitu tenang!” kata seorang gadis di sebelah Ze. “Ah, yeah, karena aku yakin aku bisa!” jawab Ze kepada gadis di sebelahnya yang ternyata Susan. “Percaya diri sekali kau! Mungkin Einstein belum tentu bisa!” sahut Susan. “Yeah, kurasa begitu!” kata Ze singkat.
Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Ya, rencananya, hari itu akan diumumkan pengumuman siapa peraih 20 nilai tertinggi dalam test seleksi yang diadakan beberapa hari yang lalu yang akan masuk dalam kelas spesial. “Aku menduga, pasti Médeline lagi yang mendapat peringkat pertama!” celetuk seorang kepada temannya yang berjalan bersamaanya. “Yeah, aku juga menduganya. Dia-kan sudah menjadi murid terbaik lama sejak sebelum masuk ke universitas ini! Dia memang hebat!” tanggap teman yang diajak bicara tadi. Ze mendengar isu-isu yang beredar. Dia cukup takut jika ia tak diterima di kelas spesial, tetapi ia masih tenang karena masih ada 19 kursi yang bisa menampung dirinya, semoga saja. “Médeline, David, Caroline, Andrew, Pieter, Alia, Cassey, Antonio, Emma, Demetria, Joe, Kevin, Nick, Selly, Vannesa, Kelvin, ..., ..., ..., dan ...” mereka adalah 20 murid terpandai dari data negara yang paling baru, aku yakin kelas spesial akan dipenuhi mereka semua!” kata seorang guru kepada guru lain yang kebetulan lewat di depan Ze. Astaga, ternyata siapa 20 murid yang akan masuk me kelas spesial 99% sudah terpecahkan! Ze semakin gugup. Apa mungkin dia bisa mengalahkan 20 murid itu? Atau paling tidak mengalahkan 5 murid terbawah dari 20 murid yang disebutkan tadi? Itu sungguh tidak mungkin!
Pukul satu siang waktu Paris, beribu-ribu mahasiswa bergegas menuju papan pengumuman yang telah dipasang 20 murid yang beruntung yang berhasil mendapatkan kelas spesial. Tetapi tidak dengan Ze, dia sudah pupus harapan, niat dan semangatnya untuk menjadi yang terbaik tiba-tiba hilang hanya karena ia mendengar 20 nama murid terbaik dari mulut seorang guru tadi. Namun kini Ze merasa ada yang aneh. Semua memandangi Ze. Semua mahasiswa yang berasal dari arah pengumuman dipasang. “Apa lagi? Ada apa lagi mereka memandangiku seperti itu? Apa karena aku tidak melihat pengumuman itu? Mahasiswa-mahasiswa di sini benar-benar aneh!” batin Ze. “Nothing is Impossible, Ze! Aku bangga padamu!” tiba-tiba Ze dikagetkan dengan suara seorang gadis. “Susan, apa maksudmu?” tanya Ze heran. “Oh, kau belum tahu? Atau kau pura-pura tidak tahu?” tanya Susan. “Aku benar-benar tidak mengerti apa maksudmu!” kata Ze meyakinkan Susan. “Astaga Ze, kau belum lihat pengumuman itu? Kau belum tahu bahwa kau masuk kelas spesial?” tanya Susan. “Apa kau yakin itu? Aku berhasil masuk kelas spesial? Aku benar-benar baru tahu sekarang!” kata Ze dengan nada gembira. Susan hanya tersenyum. Kemudian Ze bergegas melihat pengumuman tersebut dengan semangat. Badai mahasiswa yang membanjiri tempat pengumuman tadi telah usai, jadi Ze bisa dengan leluasa melihat pengumuman itu. Benar-benar bukan mimpi, betapa beruntungnya Ze bisa masuk kelas spesial. Dan dia mendapatkan nilai tertinggi di antara 20 murid yang ada. Peringkat satu! Bukan main senangnya dia. Menjadi peringkat 20 saja, dia sudah sangat bersyukur, tetapi ini lebih yang diharapkannya. Dan sejak detik itu juga, Ze mulai jadi buah bibir yang sering dibicarakan.
...To Be Continue...

aku lanjutin sampek sini dulu yah? masih ada lanjutannya sebenernya, tapi karena alasan di cerpen bagian pertama : "gue pengen bikin kalian penasaran" dan semoga aja bisa beneran! XD (readers : cerpen kok panjang banget! :P) wkwk... iya juga sih, di ms. word juga sampek 5 lembar tu cerpen, tapi bodo amatlah!
well... sekian, semoga mata kalian masih bisa melek setelah baca ini semua.. wkwkwk..
bye~~~

Selasa, 20 September 2011

UNBROKEN

readers... maaf nih, Carpenku aku tunda dengan 1 judul ini, tapi ini cuma sekilas info aja..

jadi begini... (halah!) aku pernah cerita kan, aku suka Demi Lovato? then, sekarang, hari ini! 20 September 2011 dia baru ngerilis album barinya yang berjudul 'Unbroken' . ini dia tracklisting dari album tersebut :

1. All Night Long (Featuring Missy Elliott & Timbaland)
2. Who's That Boy (Featuring Dev)
3. You're My Only Shorty (Featuring Iyaz)
4. Together (Featuring Jason DeRulo)
5. Lightweight
6. Unbroken
7. Fix A Heart
8. Hold Up
9. Mistake
10. Give Your Heart A Break
11. Skyscraper
12. In Real Life
13. My Love Is Like A Star
14. For The Love of A Daugther
15. Skyscraper (Wizz Dumb Remix)

dan hebohnya ya, album baru ini menduduki peringkat #1 di iTunes klik ini deh
ya ampun!!! hebat banget Demi Lovato! menurutku dia itu 'Strong Girl' (readers : kok bisa?) bisa dong... aku janji deh, setelah cerpen 'Tanah Eiffel untuk Ze' selesai di posting, aku share about Demi Lovato, jadi kalian bisa tahu kenapa aku bilang Demi Lovato itu 'Strong Girl'
well, sekian dulu ya der? selamat menanti kelanjutan cerpenku (kalo kalian nunggu itu) wkwkwk...
sekian and thanks... ^^

Cerpen : Tanah Eiffel untuk Ze

readers, beberapa waktu yang lalu, di sekolahku ada kakak-kakak yang lagi KKN(Kuliah Kerja Nyata) dari UNY(Universitas Negeri Yogyakarta). then, ada yang di bidang bahasa Indonesia ngadain lomba cerpen antar kelompok (satu kelompok 3 orang). dan, gak nyangka ni ya, kelompokku menang!!!! (plok plok plok...) nah, di posting kali ini, aku mau bagi-bagi cerpenku itu, tapi dari pada kepanjangan, kita buat bagian-bagian aja gimana? deal? (readers : DEALLL!!!!) #soktau

ini dia.....

Bagian 1

Ze, putra bangsa yang berasal dari daerah terpencil di Papua. Daerah yang menurut kita adalah daerah yang sangat tertinggal dari peradaban manusia modern. Dia keturunan asli dari Suku Amungme, Papua. Ze, sangat terisolir dari ilmu pengetahuan. Ze, belajar dari para sukarelawan secara sederhana, tidak mengenal seragam, sepatu, atau apapun dari bagian hidup kita. Tapi Ze selalu ingin lebih tahu lagi dan lagi. Tuhan Maha Adil, walaupun dia dari daerah terpencil tetapi ia sangat cerdas. Bukan hanya belajar dari para sukarelawan, Ze juga belajar dari alam dan adat keras Papua. Itulah yang menjadikan Ze lebih spesial. Kini Ze sama saja dengan kita, manusia modern dan cukup populer di kalangan pelajar Papua. Ze merantau sampai Ibukota Papua, Irian Jaya. Dengan usaha yang sangat keras, dia berhail sampai Irian Jaya meninggalkan adat-adat Papua yang dulu membentenginya dan selama tiga tahun menjadi anak Irian telah mengubah Ze menjadi manusia yang sangat cerdas. Hari itu Ze akan diluluskan dari SMA-nya. Ya, hari itu adalah hari kelulusan Ze. Dan dari sinilah kisah Ze dimulai.

“Ze, ada berita baik untukmu!” kata Kepala Sekolah dengan semangat. “Apa itu, Pak?” tanya Ze penasaran. “Kau mendapatkan beasiswa dari pemerintah untuk bersekolah di Prancis!” lanjut Kepala Sekolah. “Apa itu benar?” tanya Ze memastikan. “Ya, benar. Baru saja Bapak mendapat surat keterangan bahwa kau berhasil mendapatkan beasiswa itu.” Jelas Kepala Sekolah dengan semangat. Ze tercengang, Ia merasa tak percaya bahwa hal ini terjadi. Sekolah di Prancis? Benar-benar tak terduga olehnya.

Pesawat Garuda boeing 747-8 mendarat di Bandara Internasional Prancis pada pukul empat sore waktu setempat. Akhirnya Ze-pun sampai di tempat yang bernama La Éques tempat Ia tinggal selama di Prancis. Keberuntungan besar baginya, karena tempat tinggal yang Ia dapatkan juga termasuk dalam biaya beasiswa yang Ia dapat. Dan keberuntungan juga baginya karena tempat itu Ia dapatkan dalam keadaan bersih. Yah, hari itu Ia pergunakan untuk beristirahat
penuh.

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Ya, itulah hari dimana Ze memulai hidupnya menjadi mahasiswa Université de Paris, Sorbonne. Ze terlihat sangat rapi mengenakan baju barunya. Ia melangkahkan kakinya di depan pintu gerbang Université de Paris. Betapa bangganya dirinya bisa berdiri di atas tanah yang sama dengan tempat berdirinya menara Eiffel. Ze merasa kagum dengan arsitektur Université de Paris. Ze memasuki gedung utama Universitas tersebut. Jarang kita bisa menemukan bangunan megah seperti itu di tanah air.

Tak lama dari masa-masa mengagumi bangunan tersebut, terdengar sebuah perintah untuk berkumpul untuk kegiatan pengenalan mahasiswa baru pada universitas tersebut yang telah dimulai. Sebut saja ospek. Kegiatan seperti itu terasa membosankan untuk Ze, karena kegiatan seperti itu di Prancis berrbeda dengan di Indonesia. Singkatnya, di sana lebih membosankan. Hanya satu hal yang dapat membuat Ze terhibur, yaitu arsitektur bangunannya. Ukirannya, keunikannya, semuanya!


Dia merasa ada sesuatu yang aneh. Ya, sejak pertama kali kegiatan pengenalan dimulai, segerombol mahasiswa baru lain terus memperhatikannya. “Mungkin mereka hanya kagum padaku karena aku masuk dengan beasiswa.” batinnya cukup percaya diri. Namun dugaan itu salah total. Beberapa hari setelah kegiatan pengenalan dilakukan, Ze cukup menderita karena menjadi bahan tertawaan teman-temannya, dibully istilah kerennya. Tentu saja hal itu bersumber dari segerombol mahasiswa yang ketika kegiatan pengenalan terus memperhatikannya, Ze sudah menduga itu. Yah, apa boleh buat, tak ada yang berpihak padanya, jadi Ze mencoba tak peduli saja dengan semua itu mungkin sebentar lagi ejekan-ejekan teman-temannya itu juga berhenti. Namun, hari demi hari Ia lewati dengan hal yang sama, menjadi bahan tertawaan teman-temannya, dipermainkan, dan dilecehkan. Ia benar-benar tak mengerti apa yang salah dalam dirinya. Dan sama seperti hari-hari sebelumnya, Ia mencoba bersabar dengan itu semua.

“Byuurr...!” suara itu tak asing lagi bagi Ze. Ya, itu suara siraman air yang biasa dilakukan oleh teman-temannya. “Ah,I’m sorry, Ze!” kata seorang temannya yang telah menyiramnya dengan seember air penuh. “Astaga, Zack! Kau membuatnya basah kuyup seperti itu!” kata seorang teman lain kepada orang yang menyiram air kepada Ze tadi. “Aku sudah bilang maaf, apa itu belum cukup, Goerge?” tanya Zack. Seorang bernama George tak menjawab dan hanya menampilkan senyuman setengah bibir. “Apa itu belum cukup, Zeze hitam?” tanya Zack pada Ze dengan panggilan yang kurang nyaman didengar. “Semua hal cukup untukmu, manusia kekurangan pigmen!” Ze menjawab dengan wajah tak peduli. Zack menunjukkan wajah marah. Tampaknya ia ingin membalas dengan perkataan Ze tadi. Tetapi, apapun yang Zack dan komplotannya lakukan, Ze tetap tidak peduli. Yah, karena dia sudah terbiasa dengan perlakuan seperti itu, maka Ia tak membantah. Bukan hanya hal itu saja yang teman-teman Ze lakukan kepadanya, Masih banyak hal yang teman-temannya lakukan seperti kemarin, saat Ze sedang berjalan di koridor sekolah dari atas dia di lempari telur oleh Zack dan teman-temannya. Ze sudah tidak bisa bersabar atas kelakuan teman-temannya itu walaupun dia mencoba untuk tidak peduli, tapi hal itu tetap menggangu Ze.

Malam itu di Éques. Ia tidak belajar sama sekali pada malam itu, melainkan Ia hanya merenung, diam dan membuang waktu cukup lama. Jika ada seseorang yang sudah mengenal Ze cukup lama melihat Ze merenung seperti itu, Ia pasti akan berpendapat bahwa ada yang aneh pada diri Ze, karena tidak seperti biasanya Ze seperti itu.


Diam, dengan mengepal kedua tangan kuat-kuat, itulah yang dilakukana Ze saat itu. Sepertinya ia memutuskan tidak belajar pada malam itu. “Apa hak mereka melecehkanku seperti ini? Apa karena aku belum menunjukkan kemampuanku? Tapi, bukankah aku masuk ke sekolah itu karena mendapatkan beasiswa? Seharusnya mereka tahu aku cukup hebat dalam mendapatkan beasiswa itu! Atau jangan-jangan mereka tak tahu bahwa aku masuk ke sekolah itu karena beasiswa? Apa pelajar Eropa berpendapat bahwa pelajar yang mendapat beasiswa itu hanyalah sutau keberuntungan, sehingga tidak pantas bersekolah di sana?” Berbagai pertanyaan menumpuk dibenak Ze dan di dalam hatinya, emosinya seakan-akan ingin meledak.

-------TBC-------

kuatkah Ze menghadapi teman-teman barunya di Prancis? nantikan kelanjutannya di posting berikutnya!! (gayane kayak udah profesional! wkwkwk)

oke der, gitu dulu... aku pengen buat kalian penasaran, semoga itu terkabul! kalo kalian nggak penasaran, HARUS DIPAKSA! hahahaha!!! #joking..
aku tinggal dulu yah? bubayyy....

Kamis, 15 September 2011

Profil Member B1A4

der, gue balik lagi.. :DD

di blog ku itu ada fotonya Demi Lovato, SHINee, sama B1A4. itu mengartikan bahwa aku suka(nge fans) sama mereka.
kalo profilnya SHINee udah, sekarang aku mau bagi-bagi profilnya B1A4. langsung aja yuk, cekidot....



B1A4 ini termasuk boyband korea yang menurutku bisa sukses, dan akan sukses di masa depan. kenapa? soalnya sebelum debut pun mereka udah diributin, dengan kata lain udah ada fansnya. (padahal belom muncul, hebat kan?) langsung aja deh, ini dia profil mereka :

Nah, jadi si Jinyoung, Shinwoo(CNU), Baro, Sandeul ama Gongchan ini adalah member dari Boyband bernama B1A4. B1A4 sendiri kalo diarti’in itu maksudnya ‘Be The One, All For One’ dan ‘the best is formed when 5 become 1‘. Selain itu, B1A4 sendiri diambil dari golongan darah membernya, satu orang B dan yang empat lainnya A.

unik kan?? jarang lho ada yang ngambil nama dari golongan darah.. karena kalau ntar yang dinamain pake golongan darah gak enak dengernya!
contoh : ada orang namanya 'Amalisiacintaindonesia Bachdimkarenasukamainbola' (ngawur tok) kan panjang banget tuh, biar singkat, pada manggil 'AB' dan itu juga karena blood type nya AB. suatu hari ada temennya yang manggil dia, manggilnya dini, "B..AB!!" kalau kalian cermat ya der, kan gak enak banget tuh dengernya ><" (lucu gak sih? kalo nggak, tinggalin aja lah! :P) oke, langsung aja! ini terlalu lama -o- !!! 1. Jinyoung

ini nih, si leader... kalau diliat-liat, kalau kita natap matanya, kita bisa melting lho! liat aja nih fotonya :









Real Name: Jung Jin Young (정진영)
Stage Name: Jinyoung (진영)
Position: Leader, Vocals, Lyrics Composer
Birthyear: November 18, 1991
Height and Weight: 178cm/59kg
Skills: Song writing, singing, acting
Twtter: @B1A4_JINYOUNG

well, kalian setuju nggak sama aku kalau Jinyoung oppa (sok ah wkkwk..) tatapan matanya bikin melting? menurutku ya, dia tu punya aura aura playboy gitu... tapi gak papa, nyalurin aura playboy-nya ke aku juga boleh :p

tapi mas-mas yang satu ini hebat lho, dia tu bisa ciptain lagu gitu... trus kalo gak salah, dia juga yang dimasukin BB B1A4 ini pertama. (plok plok plok...)

2. Sandeul

kalo yang ini, mukanya cute gitu..




Real Name: Lee Jung Hwan (이정환)
Stage Name: Sandeul (산들)
Position: Main Vocal
Birthyear: March 20, 1992
Blood Type: A
Height and Weight: 178cm/62kg
Twitter: @SANDEUL920320

kalo yang ini, suaranya paling bagus... trus senyumnya tu bisa nularin kita seneng juga... pokoknya seneng deh kalo dapet pasangan kayak gini, hidupnya serasa nyenengin... :DD dan ya, satu lagi! kadang-kadang dia keliatan kayak anak kecil gitu! (lihat foto3)

3. Gongchan

nah, ini si maknae, alias si muda... pertama kali aku suka sama Gongchan... tapi lama-lama ya, biasa aja...
si maknae ini cenderung mukanya cute (versi sana mungkin) dan Gongchan ini adalah member yang banyak di kejar para noona alias cewek yang lebih tua usianya dari mereka selain Jinyoung. liat deh, paras-paras mereka kan seketika bisa mengikat hati para gadis-gadis (Tuhan... bahasaku...)



ini, Gongchan ketika pra debut
wkwkwk... coba kalau dia orang Indonesia, pasti di kasih gelar "nggaya" haha...

Real Name: Gong Chan Shik (공찬식)
Stage Name: Gongchan (공찬)
Position: Vocals, Maknae (Youngest)
Birthyear: August 14, 1993
Height Weight: 181cm/60kg
Blood Type: A
Twitter: @B1A4_gongchan

di video clip nya "OK" , si Gongchan ini pegang drum, trus ya itu, cute sama manisnya keliatan banget! jadi nggak heran kalau dalam sekejap banyak cewek yang dag dig dug...

4. CNU

inilah member paling tinggi.... dan, setauku, style nya yang tetap pakai kacamata di atas stage gak banyak ditiru. ya kan? kalau ada artis korea yang pakai kacamata di hari biasanya, tapi di atas stage kacamata mereka kebanyakan dilepas. tapi beda sama yang satu ini... :D




Name: Shin Dong Woo (신동우)
Stage Name: CNU (신우)
Position: Vocals, Rap
Blood Type: A
Birth Year: June 16,1991
Height & Weight: 182cm/64kg
Twitter:

5. Baro

ini dia si rapper. gayanya pun juga asyik banget! gak pernah lepas dari topi. tapi, di video clip 'Only Learn Bad Thing', dia sempet ngelepas topinya, dan ternyata DIA GANTENG BANGET!!! beda sama cowok korea (catatan : artis) yang kebanyakan diteriakin karena 'cute', ini (Baro) gantengnya bener-bener gitu lho! dan sejak detik itu, aku jadi suka sama Baro!




Name: Cha Sun Woo (차선우)
Stage Name: Baro (바로)
Position: Main Rapper
Blood Type: B
Height and Weight: 178cm/63kg
Birthyear: 05 September 1992
Twitter: @BARO920905

yaa... pokoknya, di 'Only Learn Bad Thing' bocah satu ini bener-bener beda! makin cakep, bener-bener cakep! kalian wajib liat deh mv nya deh!

gimana der? oke? kurang menarik? atau gimana? hahaha...
well, cukup sekian kali ini... ada kurang lebihnya mohon maaf, terima kasih (kayak penutupan presentasi di sekolah) xD

Rabu, 07 September 2011

make a cartoon :)

halo der... :D
apa kabar? kabar baik? kabar buruk? semoga baik.. :P
malam ini nih, aku sendiri di rumah! ~aloooonee...~

nah, tiba-tiba aja muncul pikiran iseng-iseng (iseng yang kreatif lho!) mau buat kartun kartun gitu...
trus aku langsung cari deh di mbah google : make a cartoon

dan ini nih, aku coba buat yang simple, judulnya "An Idol"


isinya tu geje banget! karena aku gak ada ide, jadi bangga-banggain diri sendiri deh!

jadi isinya cuma percakapan antar jerapah sama gajah, aku buatnya adalam bahasa inggris, tapi di sini aku tunjukin percakapannya dalam bahasa indonesia, yukk.. cekidot....

si pah : hei, jah, apa kabar?

si jah : aku baik, makasih. kamu?

si pah : aku juga, makasih. ngomong-ngomong, apa kamu tau MANIK ?

si jah : manik? apa itu?

si pah : haha... manik tu "orang" dia dari Indonesia..

si jah : oh... terus?

si pah : aku ngefans sama dia! (gilak! jerapah ngefasn sama si author? wkwkwk... ngarang banget!)

si jah : apa dia penyanyi (MUSTAHIL) atau artis (HUEK!)

si pah : bukan, dia hanya siswi biasa, umurnya ** tahun. aku suka sama dia soalnya dia tu selalu mencoba jadi yang terbaik meskipun dia tahu bahwa dia sering
iri sama orang lain yang terlihat hebat di mata orang lain. tapi dia nggak pernah nyarah untuk jadi yang terbaik dan mengabaikan rasa irinya! aku ingin jadi seperti dia! (:DDDDDD)

si jah : whoa... kalo gitu aku juga! (xD)



nah, der, gimana? pasti kalian pada mau muntah ya? (udah muntah 1000 ember, thor!)
huahaha.... habis aku gak ada ide sih! jadi buat begitu deh, sekalian buat ngehibur diri... haha...

huah... segini dulu deh... aku masih pengen cerita yang lain di posting berikutnya.. okeeh.. :DD