Kamis, 16 Agustus 2012

Perahu Kertas

"..."

Perahu Kertas.
ya ampun, kalian mesti baca novelnya yang membuat kalian terpesona dan nge-fans sama Dewi Lestari secara mendadak!

novel yang udah difilm-kan ini bener-bener memancing imajinasi dan merombak hati dengan gaya bahasanya yang santai tapi tetap ngeh untuk sebuah novel.

salah satu kutipan yang paling aku suka adalah
"...Dan Bumi hanyalah sebutir debu di bawah telapak kaki kita."
yang rasanya begitu dalam jika diucapkan seorang Kugy, tokoh utama dalam Perahu Kertas.

Perahu Kertas ini juga membangkitkan semangat untuk mencapai apa yang kita inginkan *alah,abaikan!!!

Film dari novel ini menggandeng Maudy Ayunda yang memerankan peran Kugy yang unik-aneh dan Adipati Dolken sebagai Keenan yang digambarkan artistik dalam novel tersebut.

Senin, 13 Agustus 2012

"Who Are You?" what the answer do you think?

Siapa kamu?
itu pertanyaan konyol yang hanya sepertinya. *soknya!!! :p

aduh... sebenernya ya der, udah lama aku memendam pertanyaan ini. Siapa aku? dan sampai sekarang masih belum ketemu jawabannya.

jawaban dari itu yang sebenarnya bukan hanya sekedar sederet nama lengkap atau sebuah profesi yang sedang digarap, atau mungkin yang iseng adalah anaknya siapa. tapi jawaban yang aku harapkan adalah sebuah pribadi murni yang memang tumbuh natural di sini, hati *cieeh*. -tapi ini beneran-

and, honestly sometimes it makes me gonna be confuse. ya, seperti harus gimana aku berkelakuan atau sebagainya. dan beberapa hal yang aku lakukan sebenarnya adalah bukan aku walaupun awalnya sudah aku pikirkan matang-matang, 'ya inilah aku' tapi ternyata yang terjadi adalah sebaliknya.

sadar atau enggak sadar, sepertinya pertanyaan siapa aku? itu hanya bisa dijawab dengan hati, perasaan, yang tentunya aja halus, sensitif, dan sespesiesnya. dan kemungkinan itu akan gagal kalau dipikir sampai "matang" secara exact, logistik. karena dirasa-rasa, mungkin ilmu logistik kemungkinan kecil untuk sampai ke perasaan.

*mungkin habis ini aku mesti calonin jadi psikolog, der :p* udah cocok deh!

sayangnya, meski udah berpikir seperti itu, sampai saat ini pun "otak logika"ku ini belum bisa diajak kompromi sama hati. jadi, ehm.. bukannya sombong atau gimana, tapi jujur aja, tiap ada suatu hal, aku pribadi macamnya adalah dipikir secara logika. kalau itu nggak masuk akal, mayoritas bakal aku sanggah. jadi, ya sampai sekarang aku masih belum bisa mempraktekkan apa yang aku pikirkan selama ini.

~ini sedikit curhat~ tapi, dengan adanya opiniku di atas, semoga bisa membantu kalian-kalian para readers-ku yang bisa mengajak kerjasama hati-nya. :)